Geotracking bersama mahasiswa KKN UGM 2015 "Geodiversity dalam Geopark Kaldera Toba"


Pada hari Sabtu, 22 Agustus 2015 kami dari siswa-siswi SMA Negeri 1 Sianjur Mulamula, melakukan kegiatan penjelajahan situs geologi (geotracking) bersama tim mahasiswa KKN  bidang Geologi dari Universitas Gadjah Mada (Jacob, Susilowati, Sugimin). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menjajaki situs-situs dalam lingkup Geopark Kaldera Toba. Fyi, geopark adalah sebuah kawasan yang memiliki warisan geologi bernilai tinggi yang dikelola secara berkelanjutan serta melibatkan peran serta masyarakat di dalamnya.

Geopark ini tak hanya meliputi keragaman geologi, tetapi juga keragaman budaya dan hayati.  Kaldera Toba merupakan lekukan yang sudah terisi air yang terjadi pasca erupsi super-volcano Gunung Toba yang kini disebut Danau Toba. Pasca letusan juga terjadi pengangkatan dasar danau ke permukaan yang kelak menjadi Pulau Samosir. Salah satu buktinya adalah tanah diatom yang berada di Hutatinggi, Pangururan. Tanah diatom itu merupakan sisa-sisa alga sebagai bukti bahwa Pulau Samosir dulunya berada di dasar danau. Dengan bukti geologi ini, pemerintah Indonesia sedang berupaya agar Geopark Kaldera Toba diakui UNESCO sebagai salah satu situs Taman Bumi Global. 

Untuk explore lebih lanjut, kami yang terdiri dari 30 orang siswa-siswi SMA Negeri 1 Sianjur Mulamula telah mengunjungi lima stopsite/geosite yaitu :

1. Pusat informasi Geopark Kaldera Toba di Sigulatti, Sianjur Mulamula

2. Simpang Harian

3. Air Terjun Efrata

4. Tanah Diatom di Hutatinggi, Pangururan

5. Batu Simaningkot di Siboro

 

Di stopsite pertama yaitu di pusat informasi Geopark Kaldera Toba, kami mengamati berbagai jenis batuan dan berbagai jenis tanaman yang sudah diawetkan. Dalam kegiatan kami kali ini, kami hanya terfokus pada warisan geologi (batuan) yang sudah rapi tersusun di sana. Jenis batuan yang sudah kami amati di Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba adalah:

1. Endapan Tufa Termuda

 



Endapan Tufa Termuda

Termasuk kedalam batuan piroklastik. Berwarna merah muda keabu-abuan. Dalam prosesnya, batu ini mengalami proses alterasi. Umurnya ± 75.000 tahun, hasil letusan ketiga Gunung Toba.

2. Batu Gamping

Batu gamping

Batuan dasar dari batu gamping ini adalah meta batu gamping, umurnya ± 250 juta tahun lalu dengan rumus kimia CaCO3.

3. Alterasi Geothermal Pusuk Buhit



Alterasi Geothermal Pusuk Buhit

Ciri-cirinya adalah bersifat rapuh, berwarna kekuningan karena mengandung sulfur. Ada dua penyebab dalam proses pembentukannya yakni saat air panas (mengandung unsur S) terendapkan sehingga si unsur S juga ikut terendap. Yang kedua terjadi saat si air panas (mengandung unsur S) tersebut mengalami penguapan. Air tersebut menguap sementara unsur S tertinggal di dasar.

4.      Lava dasitan Gunung Pusuk Buhit



Lava dasitan Pusuk Buhit

Disebut dasitan karena menyerupai dasit. Berupa batuan beku dan sampelnya diambil dari batu parhorasan, hasil dari lava Gunung Pusuk Buhit. Batu ini terlihat kekar tiang hasil lava Pusuk Buhit.

5.      Endapan Diatom

Endapan Diatom

Berupa tanah diatom yang merupakan bukti bahwa Pulau Samosir dulunya berada di dasar danau yang kemudian terangkat ke permukaan. Tanah diatom ini terdiri dari sisa-sisa alga yang berlapis bersama batu pasir, batu lempung dan endapan piroklastik. Sampel ini diperoleh dari Hutatinggi, Pangururan.

6.  Batu Apung Fragmen dalam Youngest Toba Tuff

Batu Apung Fragmen dalam Youngest Toba Tuff

Berupa tufa toba termuda, hasil letusan super volcano Toba ±75.000 tahun lalu. Sampel ini diperoleh dari Siborongborong.

7.      Middle Toba Tuff

Middle Toba Tuff

Merupakan tufa toba menegah, hasil letusan Gunung Toba 500.000 tahun lalu. Sampel ini diambil dari Haranggaol.

8.      Old Toba Tuff

Old Toba Tuff

Ini merupakan tufa toba tua hasil dari letusan 800.000 tahun yang lalu yang membentuk Geoarea Porsea (Kaldera Porsea).

9.      Haranggaol Dacitic Tuff

Haranggaol Dacitic Tuff

Berupa tufa dasit hasil aktivitas vulkanis 1,2 juta tahun lalu yang membentuk Geoarea Haranggaol.

10.  Andesit Haranggaol

Andesit Haranggaol

Berupa lava andesit yang berumur lebih dari 1,2 juta tahun.

Stopsite kedua yang telah kami kunjungi yaitu Simpang Harian. Geosite yang kami amati adalah berupa singkapan batuan metasedimen. Disebut metasedimen karena belum mengalami metamorfisme sempurna. 

Geosite Simpang Harian

Batuan dasarnya adalah batuan sedimen, batuan ini terlihat berlapis semu dan berstruktur slaty cleavage (batu sabak). Batu tersebut  diperkirakan sudah berumur 300 juta tahun. Batuan ini keras karena tekanan lempung lebih padat. Batuan terlihat mengkilat karena mengandung mineral mika. Selain itu juga mengandung kuarsa (SiO2), piroksen dan mineral lainnya. Dari segi potensi, mempunyai potensi positif dan potensi negatif. Potensi positifnya adalah batuan tersebut bisa digunakan untuk material bangunan. Sedangkan potensi negatifnya adalah  kawasan yang dipenuhi batuan tersebut rawan longsor.

Setelah  take video disana, kami melanjutkan perjalanan ke geosite ketiga yaitu Air Terjun Efrata. Di sana kami beristirahat sejenak sambil makan siang. Hal dominan yang terlihat di sana adalah biodiversity di samping susunan bebatuan. Air mengalir mengikuti retakan bebatuan yang mengatur jalannya air. Air tersebut melimpah berasal dari muka air tanah yaitu batasan antara batuan yang minim air dengan batuan yang jenuh air.
 
Geosite Air Terjun Efrata

Stopsite keempat yang kami kunjungi adalah Tanah Diatom di Hutatinggi, Pangururan. Kawasan ini berupa singkapan batuan sedimen dari endapan danau. Berupa tanah diatom (sisa-sisa algae) yang menunjukkan bahwa dulunya Samosir berada di bawah danau dengan kedalaman ± 529 m yang kemudian terangkat ke permukaan. Dari hasil pengamatan terlihat singkapan tersebut berlapis bersama batu pasir, batu lempung dan endapan piroklastik. Dan uniknya lagi, tanah diatom ini hanya ada di Samosir. Mineral yang terkandung dalam tanah diatom ini adalah mineral limonit.

Tanah diatom
 
Dan akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke geosite terakhir yaitu Batu Simaningkot di Siboro. Terlihat bahwa objek ini berupa singkapan batuan beku dari aliran lava pusuk buhit. Batuan ini membeku membentuk suatu struktur, yaitu struktur kekar tiang atau kolom (columnar joint).

Batu Simaningkot


-August 22nd, 2015-

Post a Comment

1 Comments

Mantap ya makasih ilmunya