Review/Sinopsis Drama Three Lives, Three Worlds: Ten Miles of Peach Blossoms (三生三世十里桃花)
Awalnya
aku nonton ini, karena suka dengan performance Yang Mi di drama Legend of Fu
Yao. Terus lanjut dong nyari drama lain yang dibintanginya, and eventually I
got this. Genrenya fantasy (yes, aku suka bgt genre fantasy, since this is such
a short escape from my miserable reality), romance, dan ofc chemistry di antara
dua main charactersnya (Bai Qian dan Yehua) bener2 dapat bgt.
Dari judulnya kita bisa infer settingnya ada di tiga dunia/masa yaitu Yang Mi plays Si Yin, Su Su, and Bai Qian. Akting Yang Mi bener2 daebak mulai dari memerankan karakter Si Yin yang mischiveous (mentang2 abang2nya sayang ama dia, jadi hobbynya menjahili orang wkwk). Kemudian memerankan Su Su sebagai manusia biasa yang innocent, penyayang bgt, bahkan tidur bareng ular demi merawatnya njir wkwk, mulai dari sini hubungan Su Su dan Yehua constantly evolving.
But,
still, I think fase turun dari dunia dewa menjadi manusia inilah yang paling
tragis dari hidup Su Su/Bai Qian. I felt sorry for her since she was constantly
bullied ketika dia sebagai manusia biasa got tricked and wronged di surga (ih
anjir, seriously, di dunia dewa butuh sjw aksi utk kampanye anti
bullying wkwk). Hingga ketika dia mengandung, she got wronged (again) dan
matanya harus dicongkel dan out of her desperation, setelah melahirkan Ah Li,
dia memilih untuk bunuh diri dengan melompat dari Zhuxiantai (kayak lubang surga
gt). Kondisi Yehua setelah kejadian tsb adalah benar2 putus asa bgt, dia sebenarnya
severely injured ketika mau nyelamatin Bai Qian dari melompat. Dia akhirnya
diselamatkan tapi dia menolak untuk bangun. Hingga akhirnya dia dipaksa bangun,
tapi tidak memiliki keinginan untuk hidup lagi (sumpah adegan ini hingga
sekarang aku nulis review ini, I still kinda share his pain). Untungnya ada Ah
Li sebagai alasan untuk tetap hidup.
Eh
ternyata Bai Qian ga mati dong, karena dia sebenarnya dewa yang mengalami heaven
trial untuk mengalami penderitaan sebagai manusia. Remember, kalo kata Nietzsche,
hidup pada dasarnya adalah penderitaan, dan kalo Anda beruntung, Anda bisa
jumpa sama orang yang buat Anda rela to burden it. Too bad, Su Su a.k.a Bai
Qian wasn’t lucky enough to deserve that. Dia kembali menjadi dewa dan
menghapus ingatannya yang menyakitkan sebagai manusia.
Nah,
transformasi peran Yang Mi dari Su Su yang innocent tadi menjadi dewa yang
fucking badass gave me a huge shock beyond my initial expectation. Yang Mi
deserves an oscar pokoknya. Oh iya, aku lupa mention Ah Li, a ton of cuteness
that god put upon his face. Ah Li adalah anak yang ditinggalkan Bai Qian
setelah melompat dari surga. Tingkah Ah Li, keimutannya, kecerdasannya di usia
yang masih belia bikin orang susah move on sama series ini haha.
Finally,
Bai Qian dan Yehua emang destined to be together. Soal scene keromantisan
mereka berdua gausah aku paparin secara eksplisit di sini, lebih enak ditonton
langsung soalnya wkwk. Btw sumpah, Yehua, how could you be so fucking sexyyyy??
Apalagi rambut panjangnya diurai gitu, bener2 manusia tersexy ketiga setelah
Xiao Zhan dan Wang Yibo ahahah.
Side
character kayak Dijun dan Feng Jiu aku ga terlalu suka romantic scene mereka
tbh. Makanya waktu dikabarin ada sekuel series ini dan MCnya mereka berdua, aku auto ga nonton. Feng Jiu
rasaku terlalu bucin. Ya gpp sih bucin, tapi ini konsentrasi kebucinannya
kelewat tolol wkwkwk. Ya sah-sah aja Feng Jiu mau balas kebaikan Dijun karena
udah ditolongin, tapi jangan sampe menguntit kurang kerjaan gitu njirrt...
Overall,
fentur kasih 7.6 out of 10. Kostumnya jg bener2 bagus, oh 啊对, theme songnya
juga bagus banget, bahkan sampe sekarang masih terngiang di otakku wkwk. Am I
gonna rewatch it? Definitely yes (tp gatau kapan wkwk).


Post a Comment
0 Comments