Kesan Join Klub Toastmasters International/Belajar Public Speaking
Hari Rabu lalu, aku join Toastmasters International Maranatha Club di Bandung. Why
Toastmasters International? Aku dapat rekomendasi dari Quora untuk improve
kemampuan berkomunikasi dengan join klub ini. Aku sadar bahwa cara ngomongku
berantakan setelah memasuki dunia kerja. Seringkali ketika aku ngomong, lawan
bicaraku kurang nangkap apa yg aku omongin.
Selain itu, dulu
juga semasa kuliah, aku sadar kalo sudah giliranku deliver presentasi, semahir
apapun aku menguasai materinya, pasti ada aja saat isi kepalaku tiba-tiba
kosong. Kalo udah dikasih jadwal presentasi, tiba-tiba aja jadi sakit perut gt
hahaha. That’s why aku memutuskan untuk ikut klub ini karena dari testimoni
orang yang udah pernah ikutan klub TI ini, skill berkomunikasinya jadi
berkembang.
Okay, aku join
meeting di zoom dan tema hari itu adalah “leadership”. Nah, di meeting ini, semuanya punya peran. Ga
kayak meeting2 biasa yang hanya speaker dan MC yang ngomong, peserta hanya
tinggal duduk diam. Di klub ini setiap orang punya peranan dan dibimbing oleh 1-2
anggota senior (oh iya gila orang2 ini lancar banget ngomongnya gaes, kan kalo
kita dengar orang ngomong pake Bahasa Inggris, bisa2 aja kita ngerti tapi
ketika giliran kita yg ngomong, ampun dah hahaa). Ada susunan acara yang harus
diikuti, jadi nggak kayak sharing2 biasa dan juga tidak buang2 waktu.
Sesi diawali
dengan dua speaker yang deliver presentasi dengan timer tertentu (ga boleh
kelewatan), kemudian giliran si evaluator yang mengomentari presentasi tsb,
termasuk isi slidenya, cara speaker ngomong, body language yang berlebihan,
bahkan ngomong “ee, mmm, we-we” pun tak luput diberi komentar dan masukan. Kemudian
kita disuruh ngevote siapa speaker terbaik dng klik link tertentu dan akan
diumumkan hasilnya di akhir pertemuan (ini menurutku keren sih, speakernya
berasa diapresiasi).
And then comes sesi
yang menjebakku hahaha. Namanya “table topic session”, jadi dari tema
leadership hari tersebut, setiap peserta yang hadir diharuskan deliver speech
impromptuly sesuai quotes acak yang akan
diberikan ke masing2 peserta. Kita kayak mengembangkan isi dari quotes tersebut
dengan bahasa kita sendiri (Bahasa Inggris tentunya), terserah mau cerita
pengalaman pribadi/orang lain ataupun dengan menjabarkan lebih jauh refleksi yang
related dengan quote tersebut.
| Contoh quote acak yang harus kita refleksikan |
And guess what,
aku tiba2 disuruh ngomong sebagai guest wkwkwk. Ya aku shocked dong, soalnya aku
gaada persiapan sama sekali. Analoginya kita belajar kayak anak elang yang
disuruh belajar terbang dengan langsung dijatuhkan dari sarang, atau belajar
renang dengan cara kita disuruh nyebur langsung ke kolam.
Quotenya aku
udah lupa, tapi untungnya aku setidaknya punya pengalaman leadership ketika jadi
volunteer dulu. Udah itu aja aku ceritain, tapi karena saking gugupnya dan aku
jadi kelamaan ngomongnya, eh jadinya kelewat batas waktu yang ditentukan deh. Tapi
eventually, aku juga dapat gelar “Queen of the Word of the Day”. Iya, soalnya
ketika kita ngomong, kita juga dinilai dari banyak penggunaan “Word of the Day”,
dan word of the day hari itu adalah “leader” dan mungkin aku lumayan banyak
memakai kata “leader” kayaknya ahah aku aj lupa wkwk.
Setelah itu,
kita yang ngomong pada table topic session, ternyata dievaluasi juga gengs. Gak
hanya speakers yang ngomong di awal sesi tadi. Kayak penggunaan frequently
repeated words seperti we-we, eee, dkk. Habis
itu juga ada grammar correction. Jadi dari awal masing-masing orang, ada yang
nyatat kesalahan-kesalahan grammar kita dan ngasih correctionnya baik dari segi
tenses maupun words.
| Yang kanan perbaikannya |
Dalam klub ini
juga ada hierarki sesuai keahlian dan kalau berhasil menyelesaikan suatu tahap
tertentu, maka akan dipromosikan naik tingkatan. Hal ini bisa menjadi motivasi anggota
klub supaya lebih konsisten mengikuti acara klub. Beberapa ada yang aku lihat
sudah bergabung di klub selama 18 tahun dan bahkan evaluator speakernya kemarin
adalah ibu lansia. Cara ngomongnya bersemangat dan kritis, ga keliatan udah oppung2 haha beda bgt sama awak yang
masih muda tapi melempem.
Akhir kata, aku
merasa this club is beyond my expectation. Kalo kalian mau ikutan silahkan,
klubnya tersebar di seluruh dunia (145 negara) dan di Indonesia setauku banyak
juga klubnya. Di mana lagi kita belajar public speaking dengan bonus belajar
bahasa asing, tanpa berbayar alias gratis tis tissss?

Post a Comment
0 Comments